Film Pendek Tilik | Tembus 20 Juta Penonton

Sejumlah warganet menyelamati karya sineas Wahyu Agung Prasetyo ini. Mereka membahas konten film Tilik, membuat kesimpulan, menyanjung, mengkritik, dan mengomentari polah Bu Tejo. Siti Nurdiana misalnya, membandingkan Bu Tejo dengan Suzzanna. “Suzana: Ratu Horor Indonesia, Bu Tejo Film Pendek Tilik: Ratu Ghibah Indonesia,” cetusnya di kolom komentar kanal YouTube dan disukai lebih dari 100 orang. Agung Santosa menyimpulkan, “Berfikir Positif tanpa analisa terkadang meleset (Harus pake rasional), berfikir Negatif tapi realistis memakai analisa itu bagus tapi cara penerapannya salah.” 

Film Pendek Tilik Jadi Perbincangan Hangat Usai Tuai Kritik dan Apresiasi

Ia berpendapat, aksi Bu Tejo tak bisa dibenarkan karena menebar berita simpang siur. Agung membagikan sejumlah saran. Salah satunya, akhir film mestinya berimbang soal dampak berpikir positif (tanpa rasional) dan negatif (pakai rasional). Meledaknya film Tilik membuat karier Siti Fauziah meroket. Ia kini identik dengan citra mak-mak penggunjing dan nyinyir. Selain ditawari endorsement di Instagram, ia menjadi bintang tamu gelar wicara.

booming Film Pendek Tilik

Mengobrol dengan Robby Purba, Siti Fauziah menyatakan keinginannya berkolaborasi dengan Joko Anwar dan adu akting bareng bintang film Ada Apa Dengan Cinta?, Nicholas Saputra. Berbagai media besar Indonesia tengah mengulik berita mengenai pesan moral dan finansial dari film Tilik. Film ini  menjadi viral di jagad media sosial karena sarat akan makna kehidupan.

Belakangan, film Tilik menjadi bahan perbincangan di lingkup sineas Indonesia. Alhasil, film ini menuai kritik sekaligus apresiasi, karena pesan moral dan finansial dari film Tilik itu sendiri. Film pendek garapan sutradara Wahyu Agung Prasetyo, dan merupakan hasil kolaborasi antara rumah produksi Ravacana Films dengan Dinas Kebudayaan Jogja ini dibuat pada 2018 lalu. Beritanya mengenai sekelompok ibu-ibu yang menempuh perjalanan jauh dari desa mereka untuk menjenguk “ibu lurah” yang tengah di rawat di rumah sakit.

Enggak hanya sekedar memperlihatkan perjalanan ibu-ibu itu saja. Film Tilik ini juga berfokus pada beberapa karakter yang sengaja ditonjolkan, salah satunya adalah karakter Bu Tejo. Karakter yang diperankan oleh Siti Fauziah ini sukses menyita perhatian masyarakat karena dianggap “ibu nyinyir” yang sangat relevan dengan kehidupan masa kini.

Dalam film Tilik, Bu Tejo yang menjadi pemeran utama ini diperlihatkan asyik membicarakan sosok Dian, yang ternyata dikenal sebagai kembang desa di lingkungannya. Bahkan, beberapa ibu-ibu yang ada dalam truk tersebut juga terprovokasi akan berita yang disebar oleh Bu Tejo, terkecuali Yu Ning.

Terakhir, pesan moral dan finansial dari film Tilik yang bisa kamu ambil adalah simbol kekayaan. Pada menit ke 10:54 penonton akan disuguhkan dengan adegan, di mana Bu Tejo secara terang-terangan memperlihatkan perhiasan yang ia gunakan. Nah, di masyarakat sendiri, semakin banyak perhiasan yang digunakan biasanya bakal dianggap kaya raya. Bukan hanya anggapan. Bahkan tanpa harus dijelaskan, sebetulnya orang yang dengan sengaja menunjukkan perhiasannya sudah sangat terlihat ingin pamer dan menunjukkan bahwa dia memiliki harta

Leave a Reply